APRESIASI PEMUTIHAN DENDA PAJAK BAPENDA PROVINSI BALI

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 19 Desember 2019
Sedang Mendengarkan
APRESIASI PEMUTIHAN DENDA PAJAK  BAPENDA PROVINSI BALI


Berbagai upaya dilakukan jajaran Bapenda Provinsi untuk meningkatkan target pendapatan pajak daerah Bali, khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor. Salah satunya dengan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor dan denda biaya balik nama. Penghapusan denda berlangsung sejak 5 Agustus hingga 6 Desember 2019.

Kepala Badan
Pendapatan Daerah Provinsi Bali, Bapak I Made Santha SE., M.Si, menegaskan
keberhasilan dalam melampaui target Pemutihan Pajak Kendaraan Bemotor (PKB)
tersebut didukung peran serta upaya UPTD PPRD Kabupatan Kota se-Bali. Untuk
melaksanakan razia dan monitoring terhadap tunggakan pajak sesuai dengan aturan
UU Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali, melalui Program Pemutihan Pajak
Kendaraan Bermotor (PKB) tahun 2019 yang berlangsung sejak tanggal 5 Agustus
hingga 6 Desember 2019, sampai tanggal 7 Nopember 2019 saja ternyata mampu
memberi pemasukan kas daerah mencapai hampir 127,4 Miliar Rupiah dari target
yang ditetapkan sebesar 63,3 Miliar Rupiah.

Menurut Kepala Bapenda Provinsi Bali I Made Santha, pendapatan Rp 127
miliar itu diperoleh dari total 207.98 unit kendaraan roda dua dan roda empat
yang mengikuti program tersebut. “Tingginya apresiasi dan minat masyarakat
dalam memanfaatkan ruang pemutihan (PKB) membuat kinerja dan capaian pendapatan
dari pajak kendaraan bermotor bisa melampaui target yang ditetapkan,”
ungkapnya. Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang merupakan program dari
Pemerintah Provinsi Bali melalui Bapak Gubernur Bali mengeluarkan kebijakan
Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), yang artinya masyarakat dibebaskan
dari denda dan bunga, dimana hanya membayar pokoknya saja. Selain bertujuan
membebaskan denda pajak, program ini juga untuk mengupdate data kendaraan
bermotor yang ada di Bali. Karena selama ini ada juga sebagian motor yang
hilang, rusak parah dan juga sudah tidak berada di Bali. Di Bali sendiri, untuk
PKB sendiri lebih didominasi kendaraan sepeda motor. Setidaknya, sekitar 84
persennya merupakan kendaraan jenis sepeda motor. Selanjutnya Kepala Bapenda
Provinsi Bali mengungkapkan, “Kami berharap dengan adanya program ini,
masyarakat bisa memanfaatkanya untuk membebaskan denda dan piutang pajak
kendaraan bermotor.”(Rahadi)


Ditulis oleh Admin • Diterbitkan pada 19 Desember 2019 • Diperbaharui pada 19 Desember 2019