SOSIALISASIKAN RELAKSASI PAJAK DAERAH MELALUI FOKUS GROUP DISCUSSION (FGD)

Dalam upaya menjaga PAD sebagai salah satu sumber keuangan untuk membiayai berbagai program Pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Bali sehingga sangatlah di perlukan satu strategi yang baik.  Bagaimana dan apa saja upaya tersebut jikalau di kaitkan dengan pentingnya langkah-langkah memutus penularan Virus Corona-19, karena sampai saat ini pandemi belum menunjukkan  tanda-tanda akan  berakhir kasus terkonfirmasi positif masih terus bertambah, meski jumlahnya sangat fluktuatif, tetapi dampaknya terasa sampai di segala bidang termasuk pendapatan asli daerah (PAD) yang tergerus. Untuk itu melalui Focus Group Discussion (FGD) yang di selenggarakan oleh Bali Post dapat menjadi jembatan untuk mendiskusikan sutuasi kondisi yang sedang berkembang saat ini dengan mengundang beberapa nara sumber melibatkan Badan Pendapatan Daerah Provinsi bali, Anggota DPRD dan Pengamat Ekonomi. Tema yang di bahas dalam kesempatan ini bertajuk “Strategi Menjaga PAD di masa Pandemi”. Dalam kesempatan ini Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali I Made Santha, SE., M.Si berkesempatan menyampaikan beberapa hal termasuk mensosialisasikan relaksasi pajak daerah kepada masyarakat, statementnya menghimbau dan mengajak bahwa Gubernur Bali telah menerbitkan kebijakan strategis adalah kebijakan yang keberpihakannya kepada masyarakat Bali/wajib pajak kendaraan bermotor,  pemutihan dan pembebasan pokok BBNKB II yang akan berakhir pada tanggal 18 Desember 2020, agar masyarakat menyongsong, mengapresiasi dan dapat  memanfaatkan dengan baik sehingga apa yang menjadi kebijakan ini dalam rangka relaksasi pajak daerah di tengah-tengah kontraksi yang cukup dalam bersama-sama bisa kita manfaatkan. (Humas Bapenda)